Saatnya Berkelana Mencari Pendamping Hidup

Saatnya Berkelana Mencari Pendamping Hidup

 Jujur saja saya ni orangnya pendiam malas mencari wanita apalagi buat pacaran, saya lebih baik kenal dan lansung bertaaruf. Karena saaat ini saya masih bekerja membangun bisnis saya sendiri. Jadi urusan jodoh belum ada pikiran.  Tapi 3 hari yg lalu pakde saya kerumah menceritakan bahwa ada sesorang disana ingin mencari pasangan untuk anaknya. Dalam pikiran saya mungkin ini saatnya mulai berkelana mencari pendamping hidup

 Waktu diberitahukan bahwa saya akan dijodohkan dea ngan seseorang disana bernama Azizah yg sampai saat ini belum pernah bertemu, saya kaget senang tapi sy tahan senangnya dulu karena takutnya darisana belum tentu menerima , dan saya sendiri apakah mau atau tidak. Azizah namanya dia anak sholeha, bapaknya adalah seorang ustad , ceramah di masjid tempat desa saya tinggal.  Dia pintar mengaji dan rajin bekerja.  Kata pak de ku sih begitu. 

3 Hari terakhir ini saya masih berfikir apa saatnya saya menikah? Umur saya 23,5 tahun.
Sebenernya begini rencana saya sih mau menikah 1 - 2 tahun lagi ( jika dia mau ) , ya paling tidak hutang2 saya sudah lunas, dan mempunyai rumah walaupun kecil ( sempet bermimpi untuk membuat rumah di luar kota, siapa tau dengan membuat rumah ini bisa memancing memiliki rumah yg saya impikan aaminn).  

Dari sana Bapaknya Azizah sudah pernah berkata, bahwa jika sudah menikah tinggal saja dirumah sini. Karena Pak Ustad hanya memiliki 1 anak perempuan saja kakak2nya sudah tinggal di surabaya. 

Saya sih terima, tapi ya itu saya pengen bangun rumah sendiri aja. Alasanya adalah untuk menjaga komunikasi antara Keluarga Orang Tua dan Mertua.  Tidak mungkin kan orang tua setiap hari kerumah mertua, tidak mungkin kan adik kandung akan menginap di rumah mertua, Pasti mereka akan sungkan. Makanya dari itu saya lebih baik punya rumah sendiri.  Jadi semua bisa mampir dan menginap.

Selain itu juga saya tidak akan berharap jauh, takut kecewa hahaha. Jadi gk jadi itu urusan Allah swt saya cuman mengikuti aja.   Walau nanti gk jadi tetep saya akan bangun rumah jadi waktu baru menikah bisa lansung menempati rumah sendiri.  

Yah saya cuman berencana tapi hanya allah yg  menentukan  mana yg lebih baik buat saya.